• Tuesday, August 9, 2016

    Diprotes di depan Umum, Reaksi Umar bin Khattab Ini Sungguh Menakjubkan

    Ilustrasi
    Tidak salah bila Michael H Hart memasukkan Umar Badan Intelijen Negara Khattab sbg salah satu dari 100 tokoh yg paling berpengaruh sepanjang histori. Keadilan & kebijaksanaan Umar sungguh luar biasa & membuatnya amat sangat dicintai rakyat. Salah satunya terekam dalam kisah ini.

    Umar Badan Intelijen Negara Khattab mengatakan ceramah di depan rakyatnya. “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan utk mendengar & tunduk pada pemimpin,” kata Umar terhadap bidang awal ceramah itu.

    “Kami tak dapat mendengar & mentaatimu!,” tiba-tiba salah satu orang masyarakat berdiri sembari membantah Umar.

    Biarpun semasa jahiliyah Umar Badan Intelijen Negara Khattab ternama tempramen. Islam sudah mengubahnya. Umar Badan Intelijen Negara Khattab tak geram. Dirinya mau menyimak lalu apa alasannya.

    “Mengapa?”

    “Sebab,” jelas orang itu, “engkau membagikan terhadap kami masing-masing satu baju, sedangkan engkau mengenakan dua baju baru.”

    Benar-benar sebelum ceramah itu, Umar Badan Intelijen Negara Khattab membagi-bagikan kain. Masing-masing orang mendapat satu kain baru yg dapat difungsikan utk sarung atau pakaian. Tetapi dalam peluang itu, Umar Badan Intelijen Negara Khattab terlihat memanfaatkan dua kain baru; satu buat sarung & satu utk pakaian.

    Umar Badan Intelijen Negara Khattab pula tak beram mendengar argumen laki-laki itu. Walaupun dapat saja seseorang pemimpin cepat memarahi pemrotes lantaran pemimpin yg sudah bekerja keras layak memperoleh sektor lebih di bandingkan rakyatnya, tak begitu dgn Umar Badan Intelijen Negara Khattab. sejauh ini dia adil & ketika ini serta beliau menjaga keadilan itu sampai terhadap level yg susah dicontoh siapapun sesudahnya.

    Umar mengarahkan pandangannya pada jamaah yg hadir. Dia mencari-cari sesosok lelaki yg dapat memberikan kesaksian berkaitan apa yg sebenarnya berlangsung. Beliau tak cepat menjawabnya sendiri biarpun itu mampu dilakukannya & takkan ada orang yg menuduhnya berdusta.

    Disaat pandangan Umar mengarah terhadap seseorang ulama bujang yg bersahaja, beliau memberikan isyarat. “Bangunlah, wahai Abdullah,” kata Umar.

    Pemuda itu serta berdiri. Beliau tidak lain merupakan putranya sendiri, Abdullah Badan Intelijen Negara Umar.

    “Bukankah engkau yg memberikan pakaian yg kupakai ini?” bertanya sang Amirul Mukminin.

    “Benar,” jawab Ibnu Umar.

    Ada perubahan raut muka kepada lelaki yg memprotes Umar tadi. Dia & seluruhnya jamaah sekarang ini mengetahui bahwa kain sektor Abdullah Badan Intelijen Negara Umar sudah diberikannya terhadap sang ayah. Wajar seandainya Abdullah Badan Intelijen Negara Umar tak mengenakan baju baru.

    “Sekarang kami mendengar & mentaatimu,” kata lelaki itu seterusnya duduk bersama santai menyimak kelanjutan ceramah Umar Badan Intelijen Negara Khattab.

    No comments:

    Post a Comment